2 Pekan ini menjadi panas di kalangan kampus terutama temen2 ku yang berjuang membela harga diri , kami merasa sangat dihina dengan status di Facebook dengan account salah satu mahasiswa yang berjabatan tinggi di elemen mahasiswa. Dengan statement vulgar yang dia sampaikan dengan menyebutkan kami sebagai sampah, jelas memancing pergerakan kami untuk menuntut pertanggung jawaban dari sang presma.
Alhasil sampai detik ini pertanggung jawaban berstatus “nothing”. Dia memang pada saat itu memberi klarifikasi atas statementnya di depan publik dengan masih membawa sikap arogansi dan juga ketika dimintai untuk meminta maaf, bukan lah permintaan maaf dari lubuk hati malah dia mengucapkan dengan membawa teman2nya yang notabene tidak ada urusannya dengan permasalahan ini. Permintaan maafpun tidak jelas ditujukan kepada siapa, atas dasar apa, malah sepenuhnya diwarnai dengan sikap arogansi yang dia tampilkan.
Apakah ini yang disebut sebagai pemimpin??. Bagaimana reaksi anda ketika pemimpin anda bersikap seperti itu, Apakah anda tidak malu mempunyai pemimpin seperti itu. Saya menggambarkan perasaan anda dikala anda disakiti oleh sang kekasih. bagaimana perasaan anda saat itu? orang yang anda percaya tiba – tiba menyakiti hati anda (walaupun dari awal kami tidak percaya dengan dia).
Selain itu kami juga berjuang untuk menghentikan issue panas yang timbul yang lahir dari masalah ini, sebenarnya kami hanya menuntut pertanggung jawaban tetapi dia dan teman2nya melebarkan masalah ini.
STOP SAMPAI DISINI gw nggak bisa ngelanjutin lagi karena masih banyak efek yang timbul dari masalah ini. Intinya saya dan teman2 hanya menginginkan pertanggung jawaban. Maka dari itu kawan2 masalah ini sebaiknya jadi pelajaran supaya kita menjaga tulisan kita di situs jejaring sosial khususnya. Apalagi negara kita mengatur etika dan moral kita dalam berinteraksi dengan alat2 elektronik dengan mengeluarkan UU ITE, sebaiknya kalian memahami UU tersebut dan sebagai bahan pertimbangan dalam menulis di situs social networking maupun blog.
Filed under: Uncategorized | Leave a Comment »

